Connect with us

Energi

Mobil Listrik di Atas Kuburan

Published

on

Suaranegeri.info – Serikat buruh Belanda CNV Internationaal baru saja merilis laporan mengejutkan yang memetakan rantai pasok nikel dari Morowali, Sulawesi Tengah, hingga ke produk-produk ramah lingkungan di Eropa, seperti mobil listrik, panel surya, dan turbin angin. Laporan yang berjudul From Indonesia to Europe: Nickel Supply Chain Mapping Reveals the Hidden Costs of the Energy Transition ini mengungkap bahwa di balik gaya hidup hijau masyarakat Eropa, terdapat penderitaan pekerja dan kerusakan lingkungan di Indonesia.

Salah satu temuan paling mencengangkan adalah tingginya angka kecelakaan kerja. Sepanjang tahun 2019 hingga 2025, tercatat 104 kecelakaan kerja di seluruh smelter nikel Indonesia, yang mengakibatkan 107 orang meninggal dunia dan 155 orang mengalami luka-luka. Data ini dihimpun oleh Sembada Bersama Indonesia, sebuah organisasi yang mengadvokasi isu perburuhan, dan diperkuat oleh catatan dari serikat pekerja lokal mitra CNV Internationaal, Federasi Pekerja Pertambangan dan Energi (FPE).

“Pakai-pakai Dulu!”: Budaya Kerja yang Mematikan

Laporan CNV Internationaal menyoroti budaya kerja yang sangat berbahaya di Indonesia Morowali , Para supervisor kerap menggunakan frasa “Pakai-pakai dulu!” (artinya “gunakan dulu!”) untuk memaksa pekerja tetap menggunakan peralatan yang rusak dan mengabaikan risiko keselamatan.

Serikat pekerja FPE mengidentifikasi beberapa penyebab utama tingginya angka kecelakaan:

  • Kelelahan ekstrem akibat jam kerja berlebihan, yang menyebabkan human error.
  • Kurangnya alat pelindung diri (APD) yang layak.
  • Peralatan rusak yang tetap dipaksakan beroperasi.
  • Lingkungan kerja berbahaya, seperti paparan bahan baku dan medan tidak aman.
  • Jam kerja 56 jam per minggu (225 jam per bulan), jauh melampaui standar ketenagakerjaan.

Insiden terbaru terjadi pada Februari 2025 di bagian ferronikel PT Ocean Sky Metal Industry di kawasan IMIP, ketika seorang pekerja tewas setelah material seberat 150 kilogram menimpa kepalanya saat membersihkan peralatan. “Saya trauma karena kasus ini selalu terulang,” ujar Komang Jordi Segara, Ketua Harian Serikat Pekerja Industri Morowali, yang juga kehilangan rekannya dalam insiden tersebut.

Dari Morowali ke Eropa: Rantai Pasok yang Terhubung

Laporan ini tidak hanya mengidentifikasi masalah di tingkat lokal, tetapi juga melacak aliran nikel dari Morowali hingga ke konsumen akhir di Eropa. Hasilnya mengejutkan: melalui pemasok raksasa seperti CATL, GEM, dan POSCO, nikel dari Morowali dan Morowali Utara terhubung dengan merek-merek otomotif besar dunia, di antaranya Volvo, Tesla, Mercedes-Benz, Ford, dan Volkswagen.

Kawasan lain, yaitu Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), juga sudah mulai menunjukkan potensi koneksi ke Eropa melalui Thyssenkrupp Materials, yang memasok komponen untuk BMW, Stellantis, dan Toyota.

Untuk sektor energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin, rantai pasok dinilai kurang transparan. Perusahaan-perusahaan di sektor ini jarang mengungkapkan sumber pembelian mereka, sehingga menyulitkan upaya akuntabilitas.

Dampak yang Meluas: Lingkungan, Perempuan, dan Pelanggaran HAM

Selain kecelakaan kerja, laporan CNV Internationaal juga menyoroti berbagai pelanggaran lain, termasuk: upah rendah di bawah UMK, pemaksaan relokasi paksa penduduk lokal, serta pencemaran udara dan air akibat aktivitas industri. Kawasan IMIP juga dinilai telah mendorong peningkatan ketimpangan gender, karena perempuan kehilangan mata pencaharian tradisional dan dipaksa mengambil pekerjaan informal yang tidak stabil. Sementara itu, insiden kebakaran besar di smelter IMIP pada 2023 merenggut sedikitnya 21 nyawa, menjadikannya salah satu kecelakaan paling mematikan di sektor ini.

Hal ini diperparah oleh sistem komunikasi yang diskriminatif: banyak peraturan keselamatan yang hanya tersedia dalam bahasa Mandarin, sementara mayoritas pekerja adalah warga Indonesia yang tidak memahami bahasa tersebut. Fasilitas medis juga sangat minim—para korban harus diangkut menggunakan truk karena ambulans tidak tersedia.

Seruan Tindakan: Eropa Harus Bertanggung Jawab

Menanggapi temuan ini, CNV Internationaal mendesak tiga langkah konkret untuk mewujudkan transisi energi yang adil bagi semua pihak:

  1. Perkuat dialog sosial – Beri ruang bagi serikat pekerja untuk bernegosiasi secara kolektif.
  2. Bangun aliansi – Kolaborasi antara serikat buruh, organisasi masyarakat sipil, dan perusahaan.
  3. Gunakan pengaruh rantai pasok – Perusahaan Eropa harus menuntut transparansi dan praktik yang lebih baik dari pemasok mereka.

Laporan ini dibuat di bawah naungan Renewable Energy Agreement Belanda, dengan dukungan dari Netherlands Enterprise Agency (RVO).