SULTENG
Gila! China Gelontorkan Rp1,6 T untuk Pabrik Kelapa Raksasa di Morowali
Suaranegeri.info – Pemerintah Indonesia mengumumkan komitmen investasi signifikan dari perusahaan produsen turunan kelapa terbesar China, Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd. Investasi senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun itu dialokasikan untuk membangun pabrik hilirisasi perkebunan kelapa di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Pabrik yang pembangunannya telah dimulai ini diklaim akan memiliki kapasitas pengolahan mencapai 500 juta butir kelapa setiap tahunnya. Proyek strategis ini menjadi angin segar bagi industri kelapa nasional dan bagian dari upaya percepatan hilirisasi komoditas perkebunan.
Profil Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd: Raksasa Olahan Kelapa dari China
Siapa sebenarnya Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd? Berdasarkan informasi dari laman resmi Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd., Ltd, perusahaan yang berbasis di Guangdong, China ini telah berdiri sejak 2015 dan beroperasi di sektor industri makanan dan minuman.
Fokus utama perusahaan adalah pada produk-produk berbahan dasar kelapa. Portofolio produknya sangat lengkap, mencakup:
- Santan (berbagai varian, termasuk santan baru dan tanpa gula)
- Air kelapa (termasuk varian Nam Hom dan air kelapa beku)
- Jelly kelapa (produk inovatif)
- Krim kocok kelapa dan Barista Coconut (khusus untuk kebutuhan kafe, seperti latte kelapa bebas gula)
- Berbagai produk olahan kelapa lainnya
FreeNow telah memiliki jejaring yang kuat dengan lebih dari 200.000 terminal dan kapasitas produksi tahunan mencapai 450.000 ton, yang melayani lebih dari 90 pelanggan terkemuka di berbagai negara. Komitmen perusahaan terhadap Indonesia bukan hal baru. Mereka telah menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan sejak 24 Desember 2024 untuk memanfaatkan potensi kelapa lokal di wilayah tersebut.
Dampak dan Target Pembangunan Pabrik di Morowali
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa fase pertama pembangunan proyek ambisius ini dipastikan akan rampung pada akhir tahun 2025. Pembangunan direncanakan dalam tiga fase dan diperkirakan akan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja, memberikan dampak sosial-ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar.
Investasi ini sekaligus menjadi bukti nyata meningkatnya minat investor terhadap hilirisasi sektor perkebunan, yang selama ini masih didominasi oleh sektor mineral. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi hilirisasi pada periode Januari-September 2025 telah mencapai Rp431,4 triliun, tumbuh pesat 58,1% secara tahunan (year-on-year).
Secara keseluruhan, realisasi investasi periode tersebut tercatat Rp1.434,3 triliun, atau tumbuh 13,7% dibandingkan periode sama tahun 2024. Angka ini telah mencapai 75,3% dari target investasi penuh tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp1.905,6 triliun. Kehadiran pabrik Zhejiang FreeNow di Morowali diharapkan dapat berkontribusi lebih lanjut dalam mendongkrak realisasi dan kualitas investasi Indonesia, dengan mengolah bahan baku kelapa lokal menjadi produk bernilai tinggi untuk pasar global.
kontributor Suaranegeri.info sudah mencoba menghubungi pihak perusahaan di China,pihak humas perusahaan menyatakan bahwa mereka memang berinvestasi di kabupaten morowali indonesia,tetapi sampai saat ini mereka belum memiliki perwakilan resmi untuk bisa di wawancarai.