SULTENG
Kisah PT BTIIG: Dari Zhejiang ke Morowali
Suaranegeri.info – PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) telah menjadi salah satu nama yang tidak terpisahkan dari geliat industri hilir nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan yang mengelola kawasan industri PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) ini menanamkan investasi senilai puluhan triliun rupiah, dengan komposisi saham dan latar belakang yang berakar kuat dari Tiongkok
Pemegang Saham Perusahaan
PT Indonesia Huabao Industrial Park Investment Grup Co., Ltd., yang merupakan entitas induk, adalah perusahaan Indonesia dengan latar belakang modal Tiongkok. Komposisi kepemilikan sahamnya menunjukkan struktur yang melibatkan grup industri besar dari China
| Pemegang Saham | Persentase Kepemilikan |
|---|---|
| Zhensi Indonesia Industrial Park | 51% |
| PT Kejayaan Emas Persada | 27.45% |
| PT Himalaya Global Investment | 11.27% |
| Beijing Shengyue Oriental Investment Co., Ltd. | 10.28% |
Sumber: WALHI Sulawesi Tengah
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa Zhensi Indonesia Industrial Park memegang kepemilikan mayoritas. Lebih lanjut, IHIP merupakan bagian dari Zhenshi Holding Group, sebuah konglomerasi raksasa yang termasuk dalam jajaran 500 Perusahaan Swasta dan 500 Perusahaan Manufaktur Teratas di China.
Perusahaan ini memiliki setidaknya 10 sektor industri yang berbeda di dalam negeri (Tiongkok)
Bidang-bidang usaha utama Zhenshi Holding Group di Tiongkok meliputi :
- Baja Khusus (Special Steel)
- Manufaktur Nikel-Besi (Nickel-Iron Manufacturing)
- Sumber Daya Mineral (Mineral Resources)
- Kain Fiberglass untuk Energi Angin (Fiberglass Fabrics for Wind Energy)
- Material Komposit Baru (New Composite Materials)
- Teknologi dan Inovasi (Technology and Innovation)
- Perdagangan dan Logistik (Trade and Logistics)
- Properti (Real Estate)
- Perhotelan dan Kesehatan (Hotel and Health)
- Investasi Keuangan (Financial Investment)
Zhenshi Holding Group yang berbasis di Provinsi Zhejiang ini menjadi kekuatan pendorong di balik ekspansi dan teknologi yang diimplementasikan di kawasan industri Morowali
Zhenshi International IT Department
Skala Investasi dan Rencana Kawasan Industri
Dengan nilai investasi yang dilaporkan mencapai Rp 14 triliun, PT BTIIG/IHIP menjalankan proyek ambisius untuk membangun kawasan industri seluas 20.000 hektare. Kawasan ini direncanakan terbentang di tujuh desa, yaitu Wata, Tondo, Ambunu, Topogaro, Upanga, Larebonu, dan Wosu
Pembangunan dilakukan dalam dua tahap:
- Tahap Satu: Meliputi area seluas 1.200 hektare di Desa Ambunu, Topogaro, dan Tondo.
- Tahap Dua: Meliputi sisa lahan seluas 18.800 hektare yang rencananya akan dibebaskan.
Kawasan industri ini juga diproyeksikan sebagai bagian dari zona percontohan kerja sama internasional berkualitas tinggi di bawah inisiatif “One Belt, One Road” (Sabuk dan Jalan) yang diusung pemerintah China. Fokus produksinya adalah pada blok besi nikel dan nikel hidroksida, yang merupakan bahan baku vital untuk industri stainless steel dan baterai kendaraan listrik
Konflik dan Dampak Sosial
Kehadiran PT BTIIG/IHIP tidak lepas dari sejumlah tantangan dan konflik. Beberapa laporan menyoroti persoalan yang timbul, mulai dari sengketa lahan, klaim sepihak atas jalan desa melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah, hingga gugatan hukum yang dianggap sebagai upaya pembungkaman suara masyarakat (Strategic Lawsuit Against Public Participation atau SLAPP)
Pada Agustus 2024, perusahaan juga mengalami insiden kerja yang menewaskan seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China akibat semburan debu panas nikel. Di sisi lain, pada akhir 2023, PT BTIIG meraih penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan atas komitmennya dalam melindungi karyawan, di mana 69% dari tenaga kerjanya merupakan warga lokal
Masa Depan Industri Nikel di Morowali
Keberadaan PT BTIIG/IHIP merefleksikan dinamika “demam nikel” yang melanda Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah. Morowali telah bertransformasi menjadi episentrum industri hilir nikel global, menarik investasi besar-besaran dari China pasca-era larangan ekspor bijih nikel
Perusahaan seperti PT BTIIG tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi dan lapangan kerja, meski diiringi dengan konsekuensi kompleks terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat setempat.
Dengan akar yang kuat dari Zhenshi Holding Group di China dan rencana investasi yang masif, peran PT BTIIG/IHIP dalam peta industri nikel Indonesia dan global diprediksi akan terus menguat dalam tahun-tahun mendatang.