Hutan
Menhan Pimpin Operasi Penertiban Tambang Nikel Ilegal di Morowali, Tegaskan Negara Hadir Tanpa Pandang Bulu
Suaranegeri.info – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, secara langsung memimpin operasi penertiban tambang nikel ilegal di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah, pada Selasa (4/11/2025). Operasi besar-besaran ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas aktivitas ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan.
Kehadiran Menhan didampingi oleh pimpinan tertinggi lembaga penegak hukum dan keamanan Republik Indonesia, mencerminkan pendekatan yang terintegrasi dan tegas. Turut hadir dalam peninjauan tersebut antara lain Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Kasum TNI Letjen Richard Taruli H. Tampubolon, dan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Dalam keterangannya di sela-sela peninjauan, Sjafrie menegaskan bahwa operasi ini merupakan bukti nyata kehadiran negara di lapangan. “Fakta di lapangan, kita melihat dari dekat kegiatan Satgas PKH dalam rangka penertiban kawasan hutan, khususnya di pertambangan yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan. Ini adalah kehadiran negara untuk melakukan penertiban terhadap semua kegiatan-kegiatan yang ilegal,” tegas Sjafrie, dikutip pada Kamis (6/11/2025).
Penegakan Hukum untuk Lindungi Sumber Daya Alam
Sjafrie menjelaskan lebih lanjut bahwa langkah tegas ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Tujuannya tidak hanya untuk memberantas aktivitas ilegal, tetapi juga untuk melindungi kekayaan sumber daya alam Indonesia dan memastikan bahwa produksi nasional berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Operasi yang dikoordinasikan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) ini, menurut Menhan, merupakan wujud konkret keseriusan pemerintah dalam menindak tegas semua bentuk aktivitas yang melanggar hukum.
Dukung Tambang Legal, Tindak Tegas yang Ilegal
Di samping aksi penertiban, Sjafrie juga menekankan bahwa pemerintah akan terus mendukung dan mendorong kinerja tambang-tambang nikel yang beroperasi secara legal. Pemerintah memastikan bahwa iklim investasi dan usaha yang sehat tetap terjaga.
“Yang ilegal, negara akan menegakkan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Kita tidak melihat latar belakang, kita tidak melihat dari mana, tapi kita melihat bahwa kepentingan nasional harus kita tegakkan, harus kita selamatkan,” pungkas Sjafrie dengan tegas.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum tidak akan kompromi dan akan mengambil langkah tegas terhadap semua pelaku tambang ilegal, demi menyelamatkan aset bangsa dan menjaga kedaulatan hukum di tanah air.