Connect with us

Energi

Suara Buldoser Sebelum Kutbah Jumat di Torobulu

Menurut warga, aktivitas penambangan PT WIN menimbulkan suara bising dan menghasilkan debu yang mengganggu aktivitas warga, terutama dilakukan jika berada dekat dengan pemukiman. Pada 2019 PT WIN melakukan penambangan secara masif di sekitar sekolah dasar hingga pemukiman warga, kini lahan yang telah direklamasi dan ditanami berbagai jenis pohon kembali menjadi sasaran aktivitas tambang. Dalam pertemuan

Published

on

Suara Buldoser Sebelum Kutbah Jumat di Torobulu

Menurut warga, aktivitas penambangan PT WIN menimbulkan suara bising dan menghasilkan debu yang mengganggu aktivitas warga, terutama dilakukan jika berada dekat dengan pemukiman. Pada 2019 PT WIN melakukan penambangan secara masif di sekitar sekolah dasar hingga pemukiman warga, kini lahan yang telah direklamasi dan ditanami berbagai jenis pohon kembali menjadi sasaran aktivitas tambang.

Dalam pertemuan antara warga dan pihak perusahaan, yang digelar pada 15 Agustus 2025, terungkap bahwa yang menjadi pemicu adanya aktivitas penambangan itu terjadi, adalah karena adanya beberapa warga yang meminta kepada pihak perusahaan/pemerintah desa untuk dilakukan pembuatan tanggul atau drainase di belakang rumahnya.

Atas dasar itulah perusahaan memberikan persyaratan, bahwa mereka menyanggupi melakukan permintaan warga tersebut jika dibolehkan melakukan aktivitas penambangan terlebih dahulu, tanpa pemberitahuan dengan warga yang memiliki rumah di sekitar aktivitas penambangan tersebut, aktivitas penambangan itu dilakukan. Pertemuan tersebut tak menemui titik terang di antara warga yang menolak aktivitas tambang, dan pemerintah desa yang diwakilkan kepala desa.

Alimuddin, warga Torobulu lainnya, mengaku tak terlalu mempersoalkan tambang, tapi ia memohon agar kegiatan keruk bumi itu jangan meresahkan masyarakat. Sebab, seperti yang terjadi pada 2019, debu yang dihasilkan kegiatan tambang berdampak pada kesehatan anak-anak.

“Dampak debu itu, kalau orang dewasa masih bisa kita hindari (pakai masker), tapi anak-anak kasihan, seandainya halaman rumahmu bisa dipindahkan ke halaman rumahku, maka kamu bisa rasakan apa yang saya rasakan sejak dulu,” kata Alimuddin.

“Kita bersyukur di masjid dan di rumah anak saya itu ada sumur bor, dan digunakan di banyak rumah, kalau tambang di dekat pemukiman dan menggali lebih dalam, nanti itu air da akan pergi di tempat yang lebih dalam,” imbuhnya.

Pertemuan warga dengan PT WIN itu tidak menghasilkan kesepakatan. Karena warga berkeras aktivitas tambang menimbulkan kesengsaraan warga di sekitar lokasi tambang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *