Connect with us

SULTENG

Jembatan Penghubung Roboh di Morowali, Akses Transportasi dan Perekonomian Warga Desa Lasampi Terputus

Published

on

SUARANEGERI.INFO, MOROWALI – Aktivitas transportasi dan perekonomian warga di Desa Lasampi, Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali, lumpuh total. Hal ini menyusul rubuhnya sebuah jembatan penghubung yang merupakan satu-satunya akses vital masyarakat. Jembatan tersebut ambruk pada Minggu (30/11/2025) dini hari, tepat pukul 00.01 WITA.

Diduga kuat, penyebab jembatan roboh adalah melintasnya truk trailer milik sebuah perusahaan dengan muatan yang jauh melebihi batas maksimum (overload). Insiden ini langsung mengisolasi desa dan memutus distribusi barang, terutama kebutuhan pokok.

Dampak Langsung: Perekonomian Warga Kecil Terhenti

Kabupaten Morowali yang dikenal dengan julukan “Kota Dolar” karena gempita industri tambangnya, kini harus berhadapan dengan masalah mendasar: terputusnya akses transportasi. Masalah ini secara langsung membebani kehidupan warga kecil dan para pedagang yang menggantungkan hidup pada aktivitas jual beli harian.

Salah seorang warga, An, Sukur, menyampaikan kekecewaannya yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa sejak kejadian, tidak ada kejelasan dari pihak berwenang.

“Saya sangat kecewa dengan adanya tutup jalan dari jam 00.01 WITA hingga sekarang belum ada titik terangnya,” tegas Sukur.

Kerugian material nyata dirasakan oleh para pedagang, khususnya yang mengangkut komoditas cepat busuk seperti ikan dan sayur-sayuran. Puluhan kendaraan pengangkut terpaksa tertahan, berisiko tinggi mengalami kebusukan dan kerugian finansial yang besar.

Keluhan Warga: Perekonomian Mandek, Hidup Semakin Susah

Keluhan serupa disampaikan oleh warga lainnya, Andra. Ia menggambarkan betapa sulitnya keadaan saat ini karena mata pencaharian warga terhambat total.

“Saya mengeluh dengan adanya jalan ditutup. Kami jadi susah, makan saja susah, uang cuma secukupnya. Di mana pedulinya pemerintah Morowali dengan kami yang mau mencari rezeki? Malah terhambat sampai sekarang belum bisa jalan karena jembatan roboh,” ungkap Andra dengan nada prihatin.

Keluhan ini merepresentasikan suara banyak warga yang merasa bahwa pembangunan infrastruktur industri skala besar di Morowali tidak diimbangi dengan perhatian pada fasilitas publik vital yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dalam situasi sulit ini, muncul aksi solidaritas dari warga. Salah satu masyarakat Desa Lasampi diketahui membagikan makanan gratis kepada warga lainnya yang terdampak, meringankan beban sesama di tengah keterputusan akses.

Menanti Solusi Cepat Pemerintah

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi atau langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Morowali mengenai penanganan darurat atau rencana perbaikan jembatan. Masyarakat berharap agar pemerintah dan dinas terkait dapat segera bertindak cepat, baik dengan membuka akses alternatif maupun memperbaiki jembatan yang roboh, agar roda perekonomian warga Desa Lasampi dapat kembali berdenyut.***