SULTENG
Mahasiswa Politeknik Morowali Gugat Ketidaksesuaian Penempatan Magang di PT IMIP
SUARANEGERI.INFO _ Morowali – Program magang yang seharusnya menjadi jembatan emas antara dunia pendidikan dan industri, justru menuai protes dari kalangan mahasiswa. Ruang Mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali menuntut transparansi dan kesesuaian penempatan magang bagi para mahasiswa yang ditugaskan di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Tuntutan ini muncul setelah teridentifikasi ketidaksesuaian penempatan magang yang dinilai serius. Setidaknya, 11 mahasiswa dilaporkan ditempatkan pada posisi yang jauh menyimpang dari jurusan dan kompetensi akademik mereka.
Yang paling mencolok, mahasiswa dari jurusan Teknik Kimia justru diberikan tugas pada posisi magang di bagian administrasi kantor. Penempatan ini dinilai sangat tidak relevan dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran Teknik Kimia Mineral, yang seharusnya mendapatkan pengalaman praktis di bidang proses produksi, laboratorium, atau unit teknik terkait.
“Penempatan yang tidak sesuai ini bukan hanya menyimpang dari standar akademik, tetapi juga merugikan hak mahasiswa. Mereka kehilangan kesempatan untuk mengasah kompetensi inti yang mereka pelajari di kampus,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Kesepakatan Kerja Sama Dipertanyakan
Padahal, penempatan magang antara PT IMIP dan Politeknik Industri Logam Morowali telah terjalin dalam sebuah kerja sama resmi. Kesepakatan ini semestinya menjadi jaminan bahwa mahasiswa menerima posisi magang yang relevan dan berkualitas.
Fakta di lapangan yang berbeda menimbulkan pertanyaan tentang komitmen dan eksekusi dari perjanjian tersebut. Ketika kesepakatan tidak dijalankan, pihak yang paling dirugikan adalah mahasiswa, yang masa depannya menjadi taruhannya.
Keterlambatan dan Kelemahan Manajemen Kampus
Persoalan tidak hanya berpusat pada perusahaan mitra. Tuntutan juga dialamatkan ke internal Politeknik Industri Logam Morowali. Mahasiswa menyoroti adanya keterlambatan magang yang dialami oleh beberapa rekan mereka. Hal ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam sistem manajemen penyaluran magang yang seharusnya menjadi prioritas utama perguruan tinggi vokasi.
“Kami mendesak kampus untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola program magang ini. Jangan sampai mahasiswa menjadi korban dari ketidakteraturan birokrasi internal,” tambah perwakilan tersebut.
Desakan untuk Perbaikan Struktural
Secara keseluruhan, situasi ini mengisyaratkan adanya masalah struktural yang perlu segera dibenahi, baik di tingkat industri maupun internal kampus. Ruang Mahasiswa mendesak adanya evaluasi menyeluruh dan komunikasi yang transparan antara semua pihak untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT IMIP maupun pimpinan Politeknik Industri Logam Morowali mengenai tuntutan ini.***