SULTENG
Balai Bahasa Sulteng Raih Apresiasi atas Kontribusi Lindungi Kekayaan Intelektual
Suaranegeri.info – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Tengah memberikan penghargaan tinggi kepada Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi signifikan Balai Bahasa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI).
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Hotel Best Western, Kota Palu, pada Kamis malam (6/11/2025). Sertifikat Penghargaan Cipta Karya diserahkan langsung oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Sulteng, Nur Ainun, didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Aida Julpha Tangkere.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Balai Bahasa Sulteng mendaftarkan 37 karya cipta sepanjang tahun 2025. Karya-karya yang berhasil dilindungi tersebut sangat beragam, mencakup bidang sastra, penelitian kebahasaan, dan berbagai karya edukatif yang turut mendukung upaya pelestarian bahasa daerah.
Kepala Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, dalam sambutannya menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi lintas instansi yang produktif.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa perlindungan kekayaan intelektual tidak bisa berdiri sendiri. Ketika lembaga pendidikan dan pemerintah bersatu, maka hasil karya masyarakat akan lebih aman dan bernilai ekonomi,” ujar Rakhmat.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kerja sama ke depan. Kemenkum Sulteng akan menggandeng lebih banyak lembaga akademik, komunitas seni, dan pemerintah daerah agar kesadaran hukum atas hak cipta dapat menjangkau lebih banyak pihak.
“Setiap karya adalah warisan intelektual yang harus dijaga. Dengan perlindungan hukum, karya itu tidak hanya diakui, tetapi juga akan hidup lebih lama dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi penciptanya,” pungkasnya menutup pernyataan.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat bagi instansi dan komunitas kreatif lainnya di Sulawesi Tengah untuk lebih aktif melindungi karya-karya mereka, sehingga khazanah budaya dan intelektual daerah dapat lestari dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.