Energi
Warga Bobo Tolak Ekspansi Nikel Harita Group
Ketua Gerakan #SaveBobo Vecky Kumaniren mengatakan, penelusuran Koalisi menemukan keterkaitan PT Karya Tambang Sentosa yang mengarah ke jaringan korporasi yang sudah lama bercokol di Pulau Obi yaitu, PT Intim Mining Sentosa (IMS). Perusahaan ini disebut memiliki 49% saham atas perusahaan tersebut. Adapun PT Trimegah Bangun Persada Tbk menguasai 36% saham, dan PT Banyu Bumi Makmur
Ketua Gerakan #SaveBobo Vecky Kumaniren mengatakan, penelusuran Koalisi menemukan keterkaitan PT Karya Tambang Sentosa yang mengarah ke jaringan korporasi yang sudah lama bercokol di Pulau Obi yaitu, PT Intim Mining Sentosa (IMS). Perusahaan ini disebut memiliki 49% saham atas perusahaan tersebut.
Adapun PT Trimegah Bangun Persada Tbk menguasai 36% saham, dan PT Banyu Bumi Makmur memegang 15% saham. “Semuanya itu terhubung dengan konglomerasi Harita Nickel,” kata Vecky.
“Atas itu, maka kami menyatakan secara tegas dan bulat: menolak kehadiran PT Intim Mining Sentosa ataupun Karya Tambang Sentosa di Desa Bobo. Kami menyerukan kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, untuk menghormati hak-hak warga di Desa Bobo dan menghentikan seluruh upaya pemaksaan operasi pertambangan di wilayah kami,” ujar Vecky.
Sementara itu Pendeta Esrom Lakoruhut yang merupakan Ketua Klasis Pulau-Pulau Obi mengatakan, pihaknya telah melihat dampak tambang seperti yang terjadi di Kawasi, yang terletak di bagian selatan Pulau Obi. Desa tersebut dikelilingi perusahaan tambang. Esrom mengatakan, warga mengalami dampak termasuk kesehatan, kekerasan serta kriminalisasi yang meningkat. Warga bahkan dipaksa meninggalkan rumahnya.
Menurut Esrom, perusahaan tambang memperparah kemiskinan masyarakat lokal di Maluku Utara. Pasalnya aktivitas tambang merusak dan menghilangkan sumber penghidupan tradisiona, seperti berkebun, menangkap ikan, dan memanfaatkan hasil hutan.
“Kawasi hingga hari ini telah menjadi bukti nyata dari kehancuran ekologi akibat tambang nikel. Hutan dirusak, pesisir dan ruang tangkap nelayan tercemar, kebun-kebun rakyat dihancurkan, sumber mata air dirampas dan tercemar,” katanya.
“Tragedi ekologi dan sosial di Kawasi adalah peringatan keras bagi warga Desa Bobo. Oleh karena itu, Gerakan #SaveBobo secara tegas menolak menjadi korban berikutnya dari ekspansi tambang nikel. Penolakan ini jelas bersifat total, tanpa syarat, dan tidak dapat dinegosiasikan,” kata Esrom.